Hidup, bagi orang miskin, harus dijalani apa adanya.
-Dahlan Iskan-
Monday, November 12, 2012
Sepatu Dahlan
Judul : Sepatu Dahlan
Penulis : Khrisna Pabichara
Genre : Novel
Penerbit : Noura Books (PT Mizan Publika)
Tebal : 369 halaman
Mengisahkan tentang perjalanan masa kecil Dahlan iskan. trus gimana masa kecilnya?
aduh, udah agak lama gak nulis pikiran bisa jadi matot alias mati total. hahaha kayak hape ajah.
Aku memilih nulis resensi buku ini emang pingin aja, bukan karena adanya kasus Dahlan Iskan yang lagi marak di tivi itu yah.
Aku tidak bilang pro atau kontra terhadap orangnya, but i'm just talking about the book.
what should i tell now? the story? oh my God i'm sorry, just forget it.
Pokoknya buku ini menceritakan tentang masa kecil dahlan iskan yang penuh dengan perjuangan ditengah keterbatasan ekonomi kedua orang tuanya.
Keinginan terbesarnya dalam hidup cuma 2 : bisa beli sepeda dan sepatu.
Perjuangannya dalam meraih impian tersebut yang menjadi inti cerita di buku ini, yang tentunya diselingi beberapa hal seperti persahabatan dan kecintaan terhadap keluarga.
Penuturan ceritanya masih kurang bagus menurutku, agak kurang bisa membawa perasaan pembaca. karena seharusnya novel bergenre perjuangan hidup kayak gini, biasanya sukses membuatku mewek (kalo bagus). hehehe... malah curcol.
Thats it. resensi kali ini hemat kata-kata, cuma satu paragraph.
my mind little bit stuck stuck stuck in reverse.
what is stuck in reverse?
its kind of feeling that you want something, but you can't have it or do it.
like i'm right now, i have a strong willing to write something, but i have no word in my brain. uuhhhhh, how pathetic is that.
komentar buku : lebih baik pinjem. hahaha...
komentar pribadi : sesuatu yang didahului dengan kata-kata "pokoknya" biasanya menunjukkan sesuatu yang kurang bagus. lihat lagi resensiku kalo gak percaya. :D
Penulis : Khrisna Pabichara
Genre : Novel
Penerbit : Noura Books (PT Mizan Publika)
Tebal : 369 halaman
Mengisahkan tentang perjalanan masa kecil Dahlan iskan. trus gimana masa kecilnya?
aduh, udah agak lama gak nulis pikiran bisa jadi matot alias mati total. hahaha kayak hape ajah.
Aku memilih nulis resensi buku ini emang pingin aja, bukan karena adanya kasus Dahlan Iskan yang lagi marak di tivi itu yah.
Aku tidak bilang pro atau kontra terhadap orangnya, but i'm just talking about the book.
what should i tell now? the story? oh my God i'm sorry, just forget it.
Pokoknya buku ini menceritakan tentang masa kecil dahlan iskan yang penuh dengan perjuangan ditengah keterbatasan ekonomi kedua orang tuanya.
Keinginan terbesarnya dalam hidup cuma 2 : bisa beli sepeda dan sepatu.
Perjuangannya dalam meraih impian tersebut yang menjadi inti cerita di buku ini, yang tentunya diselingi beberapa hal seperti persahabatan dan kecintaan terhadap keluarga.
Penuturan ceritanya masih kurang bagus menurutku, agak kurang bisa membawa perasaan pembaca. karena seharusnya novel bergenre perjuangan hidup kayak gini, biasanya sukses membuatku mewek (kalo bagus). hehehe... malah curcol.
Thats it. resensi kali ini hemat kata-kata, cuma satu paragraph.
my mind little bit stuck stuck stuck in reverse.
what is stuck in reverse?
its kind of feeling that you want something, but you can't have it or do it.
like i'm right now, i have a strong willing to write something, but i have no word in my brain. uuhhhhh, how pathetic is that.
komentar buku : lebih baik pinjem. hahaha...
komentar pribadi : sesuatu yang didahului dengan kata-kata "pokoknya" biasanya menunjukkan sesuatu yang kurang bagus. lihat lagi resensiku kalo gak percaya. :D
Saturday, October 27, 2012
Quote of the day
Cinta yang terkuat adalah cinta yang tak diketahui alasannya.
Dan kebahagiaan yang terindah adalah dicintai oleh yang kau cintai.
- Mario Teguh -
Dan kebahagiaan yang terindah adalah dicintai oleh yang kau cintai.
- Mario Teguh -
Thursday, October 25, 2012
Quote of the day
Kita lebih memperhatikan besarnya masalah, daripada mengenali hal-hal kecil yang menjadi penyebabnya.
~Mario Teguh~
~Mario Teguh~
Monday, October 22, 2012
Notes From Qatar 2
Judul : Notes From Qatar 2 "Honest, Humble, Helpful"
Penulis : Muhammad Assad
Genre : Motivasi
Penerbit : PT Elex Media Komputindo
Tebal : 303 halaman
Sebenarnya buku akang assad yang kedua ini tidak jauh beda dengan yang pertama dalam hal isi materinya, masih tetap membahas mengenai pendapat-pendapatnya mengenai kehidupan berdasarkan agama Islam. Namun yang agak sedikit berbeda adalah ditambahkannya beberapa cerita pembaca mengenai pengalaman dahsyat yang mereka alami setelah melakukan sedekah, seperti yang dianjurkan pada buku yang pertama.
Honest is the best attitude, Humble is the best approach, and helpfull is the best investment!
1. honest = kejujuran. Nabi Muhammad aja gelarnya al-amin, dan pembohong sekalipun gak mau dibohongin. hehehe...
jujur itu sangat penting. Lihat saja negara kita ini sebenarnya sangat kaya, namun karena banyak yang tidak jujur alias banyak korupsi makanya Indonesia yah kayak gini-gini aja, gak maju-maju.
2. humble = sederhana.
Hidup sederhana itu nikmat. Hidup sederhana bukan berarti miskin.
aku suka beberapa cerita menarik mengenai kesederhanaan berikut:
Ada seseorang datang ke perusahaan ingin melamar pekerjaan. selesai interview, dia ke kamar mandi. melihat ada kotoran di kaca, dia mengambil tissu dan membersihkannya. tidak sengaja hal itu dilihat bos yang menginterview tadi, akhirnya dia langsung diterima kerja. Ah, ternyata untuk memperoleh keberkahan hidup itu sederhana, cukup memelihara kebiasaan yang baik.
seorang suami berkata pada istrinya "kamu cantik sekali hari ini, sayang." sang istri senyum sambil mikir, "tumben banget suami muji gue" lalu sang istri bertanya "kenapa tiba-tiba bilang cantik?" suami menjawab "karena hari ini kamu gak marah-marah seperti biasanya". Ah, ternyata untuk memiliki kecantikan itu sederhana, cukup memperbaiki sikap dan perilaku.
segerombolan anak muda sedang mendaki gunung. Semua berjalan dengan muka memelas karena membawa barang yang sangat banyak, dan hanya si bejo yang gembira. Teman-temannya bertanya kepada si bejo, "jo, kenapa lo hepi banget?" Dia menjawab sambil nyengir "Ya karena barang bawaan gue dikit, gak seperti kalian!". Ah, ternyata memperoleh kebahagiaan itu sederhana, cukup untuk tidak serakah.
3. Helpfull = tolong menolong
Setiap orang bisa memberikan manfaat. Hakikat hidup adalah untuk memberi sebanyak-banyaknya dan bukan menerima sebanyak-banyaknya Semakin banyak memberi, maka semakin banyak kita akan menerima. Ini adalah hukum alam.Giving is rich and making rich. the more you give, the much more you receive.
Tebarkan manfaat sekecil apa pun, dan setiap orang bisa memberikan manfaat bagi sekitar. Manfaat itu bisa dalam bentuk materi, pikiran, tenaga, ilmu, waktu dan sebagainya. Dan katanya akang assad, orang termiskin di dunia pun tetap bisa memberikan manfaat bagi orang lain, caranya yaitu dengan sedekah tersenyum manis. :D
okey, cukup sekian dari saya. Sebenarnya masih banyak ilmu yang lainnya di buku ini.
and it's better if you read the book by your own.
comment : recomended book!!
Penulis : Muhammad Assad
Genre : Motivasi
Penerbit : PT Elex Media Komputindo
Tebal : 303 halaman
Sebenarnya buku akang assad yang kedua ini tidak jauh beda dengan yang pertama dalam hal isi materinya, masih tetap membahas mengenai pendapat-pendapatnya mengenai kehidupan berdasarkan agama Islam. Namun yang agak sedikit berbeda adalah ditambahkannya beberapa cerita pembaca mengenai pengalaman dahsyat yang mereka alami setelah melakukan sedekah, seperti yang dianjurkan pada buku yang pertama.
Honest is the best attitude, Humble is the best approach, and helpfull is the best investment!
1. honest = kejujuran. Nabi Muhammad aja gelarnya al-amin, dan pembohong sekalipun gak mau dibohongin. hehehe...
jujur itu sangat penting. Lihat saja negara kita ini sebenarnya sangat kaya, namun karena banyak yang tidak jujur alias banyak korupsi makanya Indonesia yah kayak gini-gini aja, gak maju-maju.
2. humble = sederhana.
Hidup sederhana itu nikmat. Hidup sederhana bukan berarti miskin.
aku suka beberapa cerita menarik mengenai kesederhanaan berikut:
Ada seseorang datang ke perusahaan ingin melamar pekerjaan. selesai interview, dia ke kamar mandi. melihat ada kotoran di kaca, dia mengambil tissu dan membersihkannya. tidak sengaja hal itu dilihat bos yang menginterview tadi, akhirnya dia langsung diterima kerja. Ah, ternyata untuk memperoleh keberkahan hidup itu sederhana, cukup memelihara kebiasaan yang baik.
seorang suami berkata pada istrinya "kamu cantik sekali hari ini, sayang." sang istri senyum sambil mikir, "tumben banget suami muji gue" lalu sang istri bertanya "kenapa tiba-tiba bilang cantik?" suami menjawab "karena hari ini kamu gak marah-marah seperti biasanya". Ah, ternyata untuk memiliki kecantikan itu sederhana, cukup memperbaiki sikap dan perilaku.
segerombolan anak muda sedang mendaki gunung. Semua berjalan dengan muka memelas karena membawa barang yang sangat banyak, dan hanya si bejo yang gembira. Teman-temannya bertanya kepada si bejo, "jo, kenapa lo hepi banget?" Dia menjawab sambil nyengir "Ya karena barang bawaan gue dikit, gak seperti kalian!". Ah, ternyata memperoleh kebahagiaan itu sederhana, cukup untuk tidak serakah.
3. Helpfull = tolong menolong
Setiap orang bisa memberikan manfaat. Hakikat hidup adalah untuk memberi sebanyak-banyaknya dan bukan menerima sebanyak-banyaknya Semakin banyak memberi, maka semakin banyak kita akan menerima. Ini adalah hukum alam.Giving is rich and making rich. the more you give, the much more you receive.
Tebarkan manfaat sekecil apa pun, dan setiap orang bisa memberikan manfaat bagi sekitar. Manfaat itu bisa dalam bentuk materi, pikiran, tenaga, ilmu, waktu dan sebagainya. Dan katanya akang assad, orang termiskin di dunia pun tetap bisa memberikan manfaat bagi orang lain, caranya yaitu dengan sedekah tersenyum manis. :D
okey, cukup sekian dari saya. Sebenarnya masih banyak ilmu yang lainnya di buku ini.
and it's better if you read the book by your own.
comment : recomended book!!
Sunday, October 21, 2012
Notes From Qatar
Judul : Notes From Qatar "Positive, Persistence, Pray"
Penulis : Muhammad Assad
Genre : Motivasi
Penerbit : PT Elex Media Komputindo
Tebal : 312 halaman
Buku Notes From Qatar ini sebetulnya aku beli lantaran aku pernah poto bareng sama penulisnya waktu ikut seminarnya om Bob Sadino like i write here before, jadi penasaran ajah kayak apa sih isi bukunya. hehehe...
Setelah aku baca, eh ternyata keren juga. Gak rugi deh aku beli buku ini.
Kalau menurut pendapatku, membaca buku ini seperti membaca diary yang ditulis oleh orang keren. :D
Didalam buku ini, si penulis (akang Assad) ini menceritakan semua pengalaman hidupnya yang bisa dibilang tidak mudah. Selepas SMU Insan Cendekia (yang sebenarnya bukan SMU, tapi MAN alias Madrasah Aliyah Negeri), dia mempunyai keinginan untuk tidak membebani orang tuanya untuk membiayai kuliahnya dengan cara mencari peluang beasiswa sebanyak-banyaknya. Setelah beberapa kali gagal, akhirnya dia diterima di University of Technology Petronas (UTP) dengan beasiswa penuh jurusan Business Information Systems.
Cool...
Kuliah di UTP ditempuh dalam 3,5 tahun dengan membawa nama baik Indonesia dengan mendapatkan triple awards saat kelulusan :
"Rector's Gold Award 2009 for Business Information System"
"The Best International Student Award for The Year 2009"
Chancellor Award for The Best Graduate for the class 2009" (penghargaan ini tertinggi di UTP yang diberikan langsung oleh mantan Perdana Menteri Malaysia, Tun Dr. Mahathir Mohamad)
It's super super Cool...
Setelah menamatkan S1-nya, lanjut lagi dia hunting beasiswa S2. dan tidak berbeda dengan yang sebelumnya, dia juga mengalami jatuh bangun. Singkat cerita dia diterima full beasiswa di Qatar Faculty of Islamic Studies (QFIS) jurusan Islamic Finance. Nah, pada waktu kuliah di Qatar ini lah dia mencoba menulis blognya kang assad yang rutin dilakukan setiap hari jumat.
Kumpulan blognya ini mencapat respon yang luar biasa dari masyarakat yang akhirnya membuatnya pede untuk membuatnya menjadi sebuah buku.
Yang menarik dari cerita-cerita di bukunya ini, dia selalu mengkaitkan hal-hal yang terjadi dalam kehidupannya dengan ayat-ayat al Qur'an dan mengarahkan pembaca agar bisa selalu mengambil hikmah dari setiap kejadian.
Ini contoh ajah yah:
dalam usahanya dalam mencari beasiswa tadi, dia menjelaskan 3 hal.
1. Positif = selalu berpikiran positif, semua hal berawal dari pikiran/niat.
Hal ini sesuai dengan ayat "Aku adalah seperti apa yang hamba-Ku sangkakan kepada-Ku".
2. Persistence = dilakukan terus-menerus dan tidak menyerah.
Nelson Mandela pernah mengatakan "The greatest glory in living lies not in never falling, but in rising every time we fall."
3. Pray = doa adalah senjata orang beriman.
"(Dan) Tuhanmu berfirman : 'berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan bagimu."
Di buku juga diceritakan mengenai berbagai macam topik. Mengenai rejeki, jodoh, sedekah, berbakti kepada orang tua, cerita perjalanannya ke Australia, dan bahkan tentang tato!
He is really an extraordinary young boy. Keep that spirit boy...
Comment : recomended book!!
Penulis : Muhammad Assad
Genre : Motivasi
Penerbit : PT Elex Media Komputindo
Tebal : 312 halaman
Buku Notes From Qatar ini sebetulnya aku beli lantaran aku pernah poto bareng sama penulisnya waktu ikut seminarnya om Bob Sadino like i write here before, jadi penasaran ajah kayak apa sih isi bukunya. hehehe...
Setelah aku baca, eh ternyata keren juga. Gak rugi deh aku beli buku ini.
Kalau menurut pendapatku, membaca buku ini seperti membaca diary yang ditulis oleh orang keren. :D
Didalam buku ini, si penulis (akang Assad) ini menceritakan semua pengalaman hidupnya yang bisa dibilang tidak mudah. Selepas SMU Insan Cendekia (yang sebenarnya bukan SMU, tapi MAN alias Madrasah Aliyah Negeri), dia mempunyai keinginan untuk tidak membebani orang tuanya untuk membiayai kuliahnya dengan cara mencari peluang beasiswa sebanyak-banyaknya. Setelah beberapa kali gagal, akhirnya dia diterima di University of Technology Petronas (UTP) dengan beasiswa penuh jurusan Business Information Systems.
Cool...
Kuliah di UTP ditempuh dalam 3,5 tahun dengan membawa nama baik Indonesia dengan mendapatkan triple awards saat kelulusan :
"Rector's Gold Award 2009 for Business Information System"
"The Best International Student Award for The Year 2009"
Chancellor Award for The Best Graduate for the class 2009" (penghargaan ini tertinggi di UTP yang diberikan langsung oleh mantan Perdana Menteri Malaysia, Tun Dr. Mahathir Mohamad)
It's super super Cool...
Setelah menamatkan S1-nya, lanjut lagi dia hunting beasiswa S2. dan tidak berbeda dengan yang sebelumnya, dia juga mengalami jatuh bangun. Singkat cerita dia diterima full beasiswa di Qatar Faculty of Islamic Studies (QFIS) jurusan Islamic Finance. Nah, pada waktu kuliah di Qatar ini lah dia mencoba menulis blognya kang assad yang rutin dilakukan setiap hari jumat.
Kumpulan blognya ini mencapat respon yang luar biasa dari masyarakat yang akhirnya membuatnya pede untuk membuatnya menjadi sebuah buku.
Yang menarik dari cerita-cerita di bukunya ini, dia selalu mengkaitkan hal-hal yang terjadi dalam kehidupannya dengan ayat-ayat al Qur'an dan mengarahkan pembaca agar bisa selalu mengambil hikmah dari setiap kejadian.
Ini contoh ajah yah:
dalam usahanya dalam mencari beasiswa tadi, dia menjelaskan 3 hal.
1. Positif = selalu berpikiran positif, semua hal berawal dari pikiran/niat.
Hal ini sesuai dengan ayat "Aku adalah seperti apa yang hamba-Ku sangkakan kepada-Ku".
2. Persistence = dilakukan terus-menerus dan tidak menyerah.
Nelson Mandela pernah mengatakan "The greatest glory in living lies not in never falling, but in rising every time we fall."
3. Pray = doa adalah senjata orang beriman.
"(Dan) Tuhanmu berfirman : 'berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan bagimu."
Di buku juga diceritakan mengenai berbagai macam topik. Mengenai rejeki, jodoh, sedekah, berbakti kepada orang tua, cerita perjalanannya ke Australia, dan bahkan tentang tato!
He is really an extraordinary young boy. Keep that spirit boy...
Comment : recomended book!!
Friday, October 19, 2012
Buku dan Belajar adalah investasi
Kapan anda terakhir membeli buku bermutu tentang motivasi diri dan kompetensi bidang yang anda geluti? Kapan terkahir anda mengikuti seminar atau pelatihan guna meningkatkan kemampuan diri dan menunjang pekerjaan? Buku apa yang akhir-akhir ini anda baca? Anda mengoleksi buku jenis apa?
Banyak orang senang membeli tabloid gosip daripada membeli buku manajemen. Orang lebih senang membeli pulsa telepon, daripada membeli dan membaca buku! Orang lebih senang menghabiskan waktu di kafe dan coffe shop, ngobrol ngalor-ngidul dan ngegosip sana sini, daripada datang ke ruang seminar dan pelatihan. Apalagi meluangkan waktu ke perpustakaan untuk melahap ilmu dan pengetahuan bermutu.
Sebagai manusia karya, setiap orang yang bekerja pada orang atau institusi, sesungguhnya penghasilan (gaji) yang mereka peroleh berasal dari penukaran kemampuan pikiran mereka dengan sejumlah uang. Sehingga bila ada seseorang yang merasa sudah pintar dan tidak ingin mengembangkan dirinya lagi untuk belajar dan mengikuti kelas pelatihan. Apabila ada karyawan yang memiliki kemampuan terbatas dan tidak berkembang , maka secara otomatis, gaji yang diperolehnya pun tidak akan mengalami peningkatan yang berarti.
Kemampuan pikiran karyawan akan selalu berbanding lurus dengan gaji (penghasilan) yang diperolehnya. Selayaknya setiap karyawan selalu melakukan pembenahan diri dan peningkatan kemampuan daya pikirannya. Sehingga kemampuan dirinya dalam menyelesaikan berbagai pekerjaan dan tantangan dalam perusahaan akan senantiasa meningkat.
Saya sarankan kepada anda untuk selalu melakukan penyesuaian dan peningkatan kemampuan diri, karena segala sesuatunya terus berubah. Berinvestasilah dalam berbagai perangkat alat ungkit peningkatan diri, berupa buku bermutu dan kelas pelatihan. Bila belum memperoleh kesempatan dari perusahaan tempat anda bekerja, maka anggarkanlah dalam pengeluaran bulanan anda, sejumlah 2,5-5% untuk dana pengembangan diri. Belilah buku dan ikuti kelas-kelas pelatihan sesuai dengan bidang dan minat anda.
Ya, buku dan kelas pelatihan adalah sebuah investasi masa depan, yang dapat meningkatkan kemampuan anda dalam menghasilkan pendapatan lebih tinggi.
Selamat berinvestasi dalam buku dan pembelajaran.
Sumber : Majalah chic edisi 117, halaman 63
It’s a great article, I feel like in the right path. Hmmm…
this is all my book, there's a lot more at home.
Banyak orang senang membeli tabloid gosip daripada membeli buku manajemen. Orang lebih senang membeli pulsa telepon, daripada membeli dan membaca buku! Orang lebih senang menghabiskan waktu di kafe dan coffe shop, ngobrol ngalor-ngidul dan ngegosip sana sini, daripada datang ke ruang seminar dan pelatihan. Apalagi meluangkan waktu ke perpustakaan untuk melahap ilmu dan pengetahuan bermutu.
Sebagai manusia karya, setiap orang yang bekerja pada orang atau institusi, sesungguhnya penghasilan (gaji) yang mereka peroleh berasal dari penukaran kemampuan pikiran mereka dengan sejumlah uang. Sehingga bila ada seseorang yang merasa sudah pintar dan tidak ingin mengembangkan dirinya lagi untuk belajar dan mengikuti kelas pelatihan. Apabila ada karyawan yang memiliki kemampuan terbatas dan tidak berkembang , maka secara otomatis, gaji yang diperolehnya pun tidak akan mengalami peningkatan yang berarti.
Kemampuan pikiran karyawan akan selalu berbanding lurus dengan gaji (penghasilan) yang diperolehnya. Selayaknya setiap karyawan selalu melakukan pembenahan diri dan peningkatan kemampuan daya pikirannya. Sehingga kemampuan dirinya dalam menyelesaikan berbagai pekerjaan dan tantangan dalam perusahaan akan senantiasa meningkat.
Saya sarankan kepada anda untuk selalu melakukan penyesuaian dan peningkatan kemampuan diri, karena segala sesuatunya terus berubah. Berinvestasilah dalam berbagai perangkat alat ungkit peningkatan diri, berupa buku bermutu dan kelas pelatihan. Bila belum memperoleh kesempatan dari perusahaan tempat anda bekerja, maka anggarkanlah dalam pengeluaran bulanan anda, sejumlah 2,5-5% untuk dana pengembangan diri. Belilah buku dan ikuti kelas-kelas pelatihan sesuai dengan bidang dan minat anda.
Ya, buku dan kelas pelatihan adalah sebuah investasi masa depan, yang dapat meningkatkan kemampuan anda dalam menghasilkan pendapatan lebih tinggi.
Selamat berinvestasi dalam buku dan pembelajaran.
Sumber : Majalah chic edisi 117, halaman 63
It’s a great article, I feel like in the right path. Hmmm…
this is all my book, there's a lot more at home.
Subscribe to:
Posts (Atom)