Tuesday, November 8, 2011

Tuhan, izinkan aku menjadi pelacur

Judul : Tuhan, izinkan aku menjadi pelacur (Memoar luka seorang muslimah)
Penulis : Muhidin M. Dahlan
Penerbit : ScriPtaManent, januari 2011 (cetakan ke 15).

Resensi buku

Buku mengenai perjalanan seorang wanita bernama Nidah Kirani yang berkeinginan menjadi muslimah yang taat. Keinginannya tersebut membawa Nidah pada permainan nasib yang dia tidak pernah duga.
Nidah yang berniat mendalami agama islam dengan mengikuti organisasi keagamaan nyatanya malah diburu polisi. Kenapa?
Karena organisasi yang dia ikuti itu adalah NII (negara islam indonesia) yang melanggar undang-undang.
Setelah menempuh cara yang salah dalam mendalami Islam, dan juga berbagai pertanyaan mengenai keagamaan yang tidak pernah memuaskan hatinya, akhirnya dia marah kepada Allah sang penguasa alam. Perlahan dia sudah tidak melakukan kewajiban-kewajiban umat islam seperti sholat dan puasa.
Puncak dari semuanya, akhirnya Nidah menjadi pelacur. Hanya untuk menunjukkan kemarahannya, menunjukkan bahwa dia terluka, menunjukkan ketidakpatuhannya terhadap semua perintah agama Islam, menunjukkan bahwa dia tidak bahagia menjadi muslimah yang taat.

Komentar :
Rasanya akan tidak baik bila buku ini dibaca oleh orang yang imannya masih labil, karena dibuku ini banyak dipaparkan mengenai pendapat-pendapatnya dalam mengingkari nikmat, dan bahkan keberadaan Allah.

Kategori:
Dengan berat hati, buku ini saya kategorikan 'junk book' ---> buku sampah

Monday, November 7, 2011

Madre, kumpulan cerita

Judul buku : madre
Penulis : dewi lestari/dee
Penerbit : PT Bentang Pustaka, juni 2009 (cetakan pertama)

Review belakang buku:

"Apa rasanya sejarah hidup kita berubah dalam sehari? Darah saya mendadak seperempat tionghoa, nenek saya ternyata tukang roti, dan dia, bersama kakek yang tidak saya kenal, mewariskan anggota keluarga yang tidak pernah saya tahu: Madre."


Terdiri dari 13 karya fiksi dan prosa pendek, Madre merupakan kumpulan karya Dee selama lima tahun terakhir. Untaian kisah apik ini menyuguhkan berbagai tema: perjuangan sebuah toko roti kuno, dialog antara ibu dan janinnya, dilema antara cinta dan persahabatan, sampai tema seperti reinkarnasi dan kemerdekaan sejati.
Lewat sentilan dan sentuhan khas seorang Dee, Madre merupakan etalase bagi kematangannya sebagai salah satu penulis perempuan terbaik di Indonesia.

---- ------ ----

komentar : Cerita yang paling keren menurut pendapatku yaitu madre dan menunggu layang-layang. Cooll...
This book is great. Bravo Dee!!

kategori : must have item!!


the pic.


Sunday, November 6, 2011

Pemandian air panas cangar,Batu Malang

Last week i went go there : cangar. Its some kind of pool with hot water alias kolam pemandian air panas.
Ummh... Feels like jacuzy. And its very goood.

Di cangar ini total ada 5 kolam renang. Ini kolam yang paling gedee yaitu kolam untuk anak dan dewasa. Tingkat kepanasan : 'anget-anget kuku'.





Kalo yang ini ni kolam yang buat berendam, beda sama 2 kolam sebelumnya yang cucoknya buat berenang. Tingkat kepanasan : 'panas-panas anget'.





Kolam yang terakhir yaitu kolam khusus untuk wanita, tapi maaf yah kagak ada potonya.
Cangar itu berada di kota batu. harga tiket masuknya murah loh, cuma 3.000 rupiah.
Menuju kesana jalannya melewati pegunungan yang indah.

Picture suasana dari loket masuk menuju ke kolam, masih hijauuu... eh eh pssst, ada yang gelantungan di pohon.








Semoga bisa ke sana lagi di lain kesempatan. Amin.

Thursday, November 3, 2011

A cup of chicken soup VS a cup of tea

A cup of chicken soup for the soul

Penulis : Jack Canfield, Mark Victor Hansen, Barry Spilchuk
Alih bahasa : agus setiadi
Penerbit : gramedia pustaka utama, april 2007 (cetakan ke-14)





Ceritanya bagus-bagus. I really likeeee.... It.
Buku ini berisi kisah-kisah pendek untuk membuka hati dan mengobarkan semangat untuk berbagi cinta dengan sesama manusia.
Sempet termewek-mewek pas baca ni buku. He-he-he...

kategori : recomended.

A Cup of Tea for complicated relationship

Penulis : lygia pecanduhujan, herlina P. Dewi, dkk
Penerbit : stiletto book, agustus 2011





Merupakan buku kedua serial a cup of tea, berisi 20 kisah nyata para perempuan yang akan menghangatkan hati dan juga tentang hubungan cinta yang rumit.

Menurut pendapat saya, buku ini seperti 'chicken soup versi Indonesia', dengan kisah-kisah nyata orang Indonesia pula.
Sebenarnya sih sudah lumayan bagus, tapi seperti ada sesuatu yang kurang. Buku ini belum bisa membuatku termewek-mewek.
Hmmm... Semangat terus penulis Indonesia!


kategori : mending pinjem temen ajah deh.

Puisi cinta

"Aku ingin mencintaimu dengan sederhana;
Dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api
yang menjadikannya abu...
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana;
Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan
Yang menjadikannya tiada..."

-Sapardi Djoko Damono-

From the book a cup of tea

Tuesday, November 1, 2011

Aku Duduk dan Menangis

Semoga air mata ini mengalir sejauh-jauhnya,
Agar kekasihku tak pernah tahu bahwa,
Suatu hari aku pernah menangis untuknya.

Semoga air mataku mengalir sejauh-jauhnya,
Agar semua malam mengabur dalam gelapnya.
Aku ingin melupakan semua kesunyian malam ini,
Itulah sebabnya aku menulis,
Agar aku bisa mengubah getir menjadi rindu,
Sepi menjadi kenangan, dan beku menjadi cinta.

Semoga semua malam yang terlewati cepat tergantikan cahaya matahari
Yang mengeringkan semua embun malam ini
Agar kekasihku tak pernah tau bahwa
Suatu malam aku telah lelah menunggunya.

-Herlina P.Dewi-

Pasien-pasien di mikro

Instalasi mikrobiologi klinik baru saja pindah ruangan dipaviliun anggrek. Tentunya hal itu menyebabkan terjadi beberapa perubahan dibandingkan dengan sistem yang di tempat lama.
Kalau dulu dalam sebulan mengambil sampel diruangan dapat dihitung dengan jari, namun sekarang lebih banyak lagi. Saya bersyukur, dengan begitu maka lebih banyak ilmu pengambilan sampel yang saya peroleh.
Banyak mengambil sampel itu artinya banyak bertemu dengan berbagai macam karakteristik pasien.
Dua minggu yang lalu ada pasien yang cakepnya kebangetaan... Rela deh nunggu ampe gedenya. He-he-he...



Lain lagi, ada pasien anak kecil cewek. Sampel yang diambil urine dari kateter. Karena keteternya tidak tepat, urine-nya keluar tidak melalui selang kateter. Jadi waktu urinnya keluar, oleh ibunya dimasukkan di gelas aqua yang kosong dulu, baru dimasukkan ke botol kultur yang seperti botol balsem. Hanya Tuhan yang tahu itu gelas aqua-nya steril atau tidak.
Waktu kita kasih tau kalau gelas aqua itu mungkin tidak steril dan kalau bisa kencing lagi, ibunya pasien itu udah mau nangis aja sambil cerita dia tadi udah nunggu anaknya kencing berjam-jam sambil berkeliling. Selain itu rumahnya di Pasuruan, jauh dari Malang. Akhirnya... Terpaksa kita terima lah itu sampel..

Pernah juga ada pasien laki-laki udah tua, beliau mau kultur urine dari kateter juga. Biasalah kalau pasien yang dikateter itu rata-rata pakai sarung mungkin supaya lebih gampang bawa-bawa selangnya.
Nah pas aku sama jessi mau ambil sampel di selang kateter itu, eh tiba-tiba bapaknya ngangkat itu sarung tinggi-tinggi. Aduh aduh apa itu didalam sarung.... Alamaaak burungnya keliatan... Hufft, bisa kagak bisa tidur ni ntar malem. He-he-he...

Mungkin banyak yang berpikir kalau semua tenaga kesehatan sudah biasa melihat hal yang "begitu".
Tapi pada kenyataannya: perawat atau tenaga dokter mungkin iya, tapi kami para analis kesehatan yang kerjanya sehari-hari ngerjakan sampel di laboratorium mungkin.... Tidak.
 

Blog Template by YummyLolly.com / Header Butterfly by Pixels + Ice Cream