Wednesday, November 30, 2011
Saturday, November 26, 2011
For the couple
Sekarang kamu tak akan merasakan hujan,
Karena kamu akan saling melindungi.
Sekarang kamu tak kan merasakan dinginnya udara,
Karena kamu akan saling menghangatkan.
Sekarang kamu tak kan lagi kesepian,
Karena kamu menjadi teman bagi yang lain.
Sekarang kamu dua tubuh,
Tetapi hanya ada satu kehidupan di hadapanmu.
Sekarang pergilah ke tempat tinggalmu,
Untuk memasuki hari-hari kebersamaanmu.
Dan semoga hari-hari kehidupanmu menjadi baik,
Dan panjang diatas muka bumi.
(doa berkat suku Apache)
-disadur dari a cup of tea-
Karena kamu akan saling melindungi.
Sekarang kamu tak kan merasakan dinginnya udara,
Karena kamu akan saling menghangatkan.
Sekarang kamu tak kan lagi kesepian,
Karena kamu menjadi teman bagi yang lain.
Sekarang kamu dua tubuh,
Tetapi hanya ada satu kehidupan di hadapanmu.
Sekarang pergilah ke tempat tinggalmu,
Untuk memasuki hari-hari kebersamaanmu.
Dan semoga hari-hari kehidupanmu menjadi baik,
Dan panjang diatas muka bumi.
(doa berkat suku Apache)
-disadur dari a cup of tea-
Thursday, November 24, 2011
Pemberian yang tulus
Ketika saya masih remaja -mungkin waktu itu umur saya masih 13 tahun- saya memperoleh pelajaran yang sangat berharga dari ibu saya. Pelajaran yang takkan terlupakan!
Pada suatu hari, ketika kami sedang berada disebuah toko kecil, saya melihat tiga orang masuk. Nampaknya mereka sekeluarga, terdiri atas seorang ibu beserta anak dan cucunya yang kedua-duanya perempuan. Penampilan mereka rapi. Namun dari pakaian yang sudah using Nampak bahwa hidup mereka tidak bisa dibilang berkecukupan. Mereka berkeliling toko sambil membawa kereta belanja. Dengan seksama mereka memilih barang-barang belanjaan –yang pada umumnya tanpa merek- serta bahan pangan yang diperlukan.
Ketika saya dan Ibu selesai berbelanja, kami menuju ke tempat kasir untuk membayar. Ternyata ketiga orang yang sekeluarga tadi sudah lebih dulu sampai disana. Ada seorang pembeli lain yang menunggu giliran membayar. Pembeli itu berdiri dibelakang mereka dan di depan kami. Sementara saya memperhatikan keluarga itu meletakkan belanjaan mereka satu demi satu di depan kasir, saya mendengar wanita yang paling tua setiap kali menanyakan sudah berapa jumlah yang harus dibayar, karena uang mereka mungkin tidak cukup untuk membayar semuanya. Proses situ memakan waktu, dan orang yang menunggu giliran didepan saya Nampak mulai tidak sabar dan bahkan menggumamkan kata-kata yang saya yakin pasti terdengar oleh ketiga wanita itu. Ketika kasir menjumlahkan semuanya, ternyata uang mereka memang tidak cukup. Karenanya wanita yang paling tua lentas menunjuk berbagai bahan pangan yang terpaksa dikembalikan.
Ibu saya mengmbil dompetnya, mengeluarkan selembar uang dua puluh dolar dan menyodorkannya kepada wanita itu. Wanita itu sangat kaget lalu berkata, “saya tidak bisa menerimanya!” Ibu saya menatapnya dan berkata dengan pelan, “kenapa tidak? Bisa saja, anggap saja ini hadiah. Tidak ada sesuatu pun dalam kereta itu yang tidak sungguh-sungguh Anda perlukan, jadi saya harap Anda sudi menerimanya, “ Setelah mendengar kata-kata Ibu saya, wanita itu menerima uang yang disodorkan itu. Digenggamnya tangan ibu sesaat dan dengan airmata berlinang-linang ia berkata, “Terima kasih banyak. Baru sekali ini saya mengalami ada orang yang murah hati seperti anda.”
Saya masih ingat bahwa saya kemudian meninggalkan toko itu dengan mata berkaca-kaca. Kejadian itu akan senantiasa membekas dalam hati sanubari saya. Soalnya, orangtua saya harus membesarkan enam orang anak dan uang mereka sendiri tidak bisa dibilang banyak, meski sepanjang ingatan saya kami tidak pernah mengalami kekurangan apa pun juga. Saya sangat bahagia karena mewarisi sifat peduli dari ibu saya.Saya juga pernah member dengan perasaan tulus, dan tidak ada perasaan lain yang lebih menyenangkan!
sumber : a cup of chicken soup for the soul
Pada suatu hari, ketika kami sedang berada disebuah toko kecil, saya melihat tiga orang masuk. Nampaknya mereka sekeluarga, terdiri atas seorang ibu beserta anak dan cucunya yang kedua-duanya perempuan. Penampilan mereka rapi. Namun dari pakaian yang sudah using Nampak bahwa hidup mereka tidak bisa dibilang berkecukupan. Mereka berkeliling toko sambil membawa kereta belanja. Dengan seksama mereka memilih barang-barang belanjaan –yang pada umumnya tanpa merek- serta bahan pangan yang diperlukan.
Ketika saya dan Ibu selesai berbelanja, kami menuju ke tempat kasir untuk membayar. Ternyata ketiga orang yang sekeluarga tadi sudah lebih dulu sampai disana. Ada seorang pembeli lain yang menunggu giliran membayar. Pembeli itu berdiri dibelakang mereka dan di depan kami. Sementara saya memperhatikan keluarga itu meletakkan belanjaan mereka satu demi satu di depan kasir, saya mendengar wanita yang paling tua setiap kali menanyakan sudah berapa jumlah yang harus dibayar, karena uang mereka mungkin tidak cukup untuk membayar semuanya. Proses situ memakan waktu, dan orang yang menunggu giliran didepan saya Nampak mulai tidak sabar dan bahkan menggumamkan kata-kata yang saya yakin pasti terdengar oleh ketiga wanita itu. Ketika kasir menjumlahkan semuanya, ternyata uang mereka memang tidak cukup. Karenanya wanita yang paling tua lentas menunjuk berbagai bahan pangan yang terpaksa dikembalikan.
Ibu saya mengmbil dompetnya, mengeluarkan selembar uang dua puluh dolar dan menyodorkannya kepada wanita itu. Wanita itu sangat kaget lalu berkata, “saya tidak bisa menerimanya!” Ibu saya menatapnya dan berkata dengan pelan, “kenapa tidak? Bisa saja, anggap saja ini hadiah. Tidak ada sesuatu pun dalam kereta itu yang tidak sungguh-sungguh Anda perlukan, jadi saya harap Anda sudi menerimanya, “ Setelah mendengar kata-kata Ibu saya, wanita itu menerima uang yang disodorkan itu. Digenggamnya tangan ibu sesaat dan dengan airmata berlinang-linang ia berkata, “Terima kasih banyak. Baru sekali ini saya mengalami ada orang yang murah hati seperti anda.”
Saya masih ingat bahwa saya kemudian meninggalkan toko itu dengan mata berkaca-kaca. Kejadian itu akan senantiasa membekas dalam hati sanubari saya. Soalnya, orangtua saya harus membesarkan enam orang anak dan uang mereka sendiri tidak bisa dibilang banyak, meski sepanjang ingatan saya kami tidak pernah mengalami kekurangan apa pun juga. Saya sangat bahagia karena mewarisi sifat peduli dari ibu saya.Saya juga pernah member dengan perasaan tulus, dan tidak ada perasaan lain yang lebih menyenangkan!
sumber : a cup of chicken soup for the soul
Wednesday, November 23, 2011
Bout the apple
Hidup itu tidak perlu terlalu serius.
Mari kita bicarakan mengenai buah yang aku suka.
Aku sukaaaa buah apel.
Apa, tidak tanya? Ya sudah, gapapa aku cuma ngasih tahu.
Dulu, aku tidak begitu suka karena terkadang daging buahnya keras dan rasanya masam. Tetapi sekarang baru kusadari, apel itu enak dan bentuknya bagus. Malang atau kota batu dikenal sebagai kota apel. Jadi makin sukaaa...
Berbagai macam apel tersebar disekitar kita, mau tau?
Cekidot.
1. Apel yang langsung dari pohon. Foto ini diambil ketika main ke Batu, seolah-olah semua rumah penduduk disini punya kebun apel. Woow...

2. Apel fuji dari supermarket. Apel ini lebih enak dari apel yang lain. Hmm...

3. Kertas kado motif apel. Ini juga enak, hmm.. Bo'ong ding.

4. Segelas Jus apel. Segeerrr...

5. Sabun cairkuu rasa apel. Wangi...

6. Buku "9 summers 10 autumns" (dari kota apel ke The Big Apple) karya Iwan Setyawan. Buku ini bagus, next time i got you the review. Insya Allah.

7. Toilet apel. Opo iku? Yah toilet yang bangunannya dibentuk seperti apel. Toilet ini adanya di alun-alun kota Batu. Unyu unyu deh...

Ini nih gambar pintu masuk lebih jelas, ada tulisannya "TOILET".

8. Perusahaan gadget ternama, dengan seorang pemimpin yang keren didalamnya: steve job!
Poto: kagak ada lah yau. Nunggu ane mampu beli iphone atau laptop apple dulu kali. Ha-ha-ha...
So, all about an apple is very gooood...
Happy happy...
Mari kita bicarakan mengenai buah yang aku suka.
Aku sukaaaa buah apel.
Apa, tidak tanya? Ya sudah, gapapa aku cuma ngasih tahu.
Dulu, aku tidak begitu suka karena terkadang daging buahnya keras dan rasanya masam. Tetapi sekarang baru kusadari, apel itu enak dan bentuknya bagus. Malang atau kota batu dikenal sebagai kota apel. Jadi makin sukaaa...
Berbagai macam apel tersebar disekitar kita, mau tau?
Cekidot.
1. Apel yang langsung dari pohon. Foto ini diambil ketika main ke Batu, seolah-olah semua rumah penduduk disini punya kebun apel. Woow...

2. Apel fuji dari supermarket. Apel ini lebih enak dari apel yang lain. Hmm...

3. Kertas kado motif apel. Ini juga enak, hmm.. Bo'ong ding.

4. Segelas Jus apel. Segeerrr...

5. Sabun cairkuu rasa apel. Wangi...

6. Buku "9 summers 10 autumns" (dari kota apel ke The Big Apple) karya Iwan Setyawan. Buku ini bagus, next time i got you the review. Insya Allah.

7. Toilet apel. Opo iku? Yah toilet yang bangunannya dibentuk seperti apel. Toilet ini adanya di alun-alun kota Batu. Unyu unyu deh...

Ini nih gambar pintu masuk lebih jelas, ada tulisannya "TOILET".

8. Perusahaan gadget ternama, dengan seorang pemimpin yang keren didalamnya: steve job!
Poto: kagak ada lah yau. Nunggu ane mampu beli iphone atau laptop apple dulu kali. Ha-ha-ha...
So, all about an apple is very gooood...
Happy happy...
Tuesday, November 22, 2011
Spageti and ice cream
Di kosku, seruu banget kalau lagi kumpul. Kalau semua personil lengkap dan bercanda, dijamin suasana udah kayak pasar ajah.
Kemarin duluuu... Entah hari apa, kita bikin spageti.
Hmmm... Looks delicious right? It is yummi food.

Terus abis itu, iseng beli es krim. Diutak atik sendiri deh. Meski agak berantakan tapi masih keliatan sebagai yummiii es krim....

Happy happyy....
Kemarin duluuu... Entah hari apa, kita bikin spageti.
Hmmm... Looks delicious right? It is yummi food.

Terus abis itu, iseng beli es krim. Diutak atik sendiri deh. Meski agak berantakan tapi masih keliatan sebagai yummiii es krim....

Happy happyy....
Monday, November 21, 2011
My lover
Hidup ini indah ketika ada sahabat yang hadir mewarnai kehidupan kita.
Pernah dengar gak ada pepatah yang mengatakan bahwa "punya sahabat sejati membuat kita menjadi orang yang sangat kaya, melebihi materi".
Yups, setuju banget deh ama itu.
Name : dyaning anggit mayangsari
Panggilan cinta : njit or nuning
Status : married, now pregnant about 5 months. Yeeyy, bentar lagi mau dapet ponakan. Otok otok otok...
Who is she?? Well hey, she is my best friend!
We've been making friendship since we were in second grade of senior high school or say it "kelas 2 SMA".
WOW, tidak terasa sudah hampir 8 tahun.
Ayeyey... Thanks for this beautiful relationship.
You're one of the best part of my life.
Mmuuaahhh....

Pernah dengar gak ada pepatah yang mengatakan bahwa "punya sahabat sejati membuat kita menjadi orang yang sangat kaya, melebihi materi".
Yups, setuju banget deh ama itu.
Name : dyaning anggit mayangsari
Panggilan cinta : njit or nuning
Status : married, now pregnant about 5 months. Yeeyy, bentar lagi mau dapet ponakan. Otok otok otok...
Who is she?? Well hey, she is my best friend!
We've been making friendship since we were in second grade of senior high school or say it "kelas 2 SMA".
WOW, tidak terasa sudah hampir 8 tahun.
Ayeyey... Thanks for this beautiful relationship.
You're one of the best part of my life.
Mmuuaahhh....

Subscribe to:
Posts (Atom)
