Resume Materi Sesi #3
MEMBANGUN PERADABAN DARI DALAM RUMAH
Selasa, 7 Februari 2017
Fasilitator : Prima
Ketua Kelas : Widyasari
Koordinator Mingguan : Dewi Martha Indria
“Rumah adalah taman dan gerbang peradaban yang mengantarkan anggota keluarganya menuju peran peradabannya”
Bunda, rumah kita adalah pondasi sebuah bangunan peradaban, dimana kita berdua bersama suami, diberi amanah sebagai pembangun peradaban melalui pendidikan anak-anak kita. Oleh karena itu sebagai orang yang terpilih dan dipercaya oleh yang Maha Memberi Amanah, sudah selayaknya kita jalankan dengan sungguh-sungguh.
Maka tugas utama kita sebagai pembangun peradaban adalah mendidik anak-anak sesuai dengan kehendakNya, bukan mencetaknya sesuai keinginan kita.
Sang Maha Pencipta menghadirkan kita di muka bumi ini sudah dilengkapi dengan “ misi spesifiknya ”, tugas kita memahami kehendakNya.
Kemudian ketika kita dipertemukan dengan pasangan hidup kita untuk membentuk sebuah keluarga, tidak hanya sekedar untuk melanjutkan keturunan, atau hanya sekedar untuk menyempurnakan agama kita. Lebih dari itu, kita bertemu dengan suami dan melahirkan anak-anak, adalah untuk lebih memahami apa sebenarnya “ peran spesifik keluarga” kita di muka bumi ini.
Hal ini yang kadang kita lupakan, meski sudah bertahun-tahun menikah.
Darimana kita harus memulainya?
🙋 PRA NIKAH
Buat anda yang masih dalam taraf memantaskan diri agar mendapatkan partner membangun peradaban keluarga yang cocok, mulailah dengan tahapan-tahapan ini:
a. Bagaimana proses anda dididik oleh orangtua anda dulu?
b. Adakah yang membuat anda bahagia?
c. Adakah yang membuat anda “sakit hati/dendam’ sampai sekarang?
d. Apabila ada, sanggupkah anda memaafkan kesalahan masa lalu orangtua anda, dan kembali mencintai, menghormati beliau dengan tulus?
Kalau empat pertanyaan itu sudah terjawab dengan baik, maka melajulah ke jenjang pernikahan.
Tanyakan ke calon pasangan anda ke empat hal tersebut, minta dia segera menyelesaikannya.
Karena,
ORANG YANG BELUM SELESAI DENGAN MASA LALUNYA , AKAN MENYISAKAN BANYAK LUKA KETIKA MENDIDIK ANAKNYA KELAK
👨👩👧👧 NIKAH
Untuk anda yang sudah berkeluarga, ada beberapa panduan untuk memulai membangun peradaban bersama suami anda dengan langkah-langkah sbb:
🍀Pertama temukan potensi unik kita dan suami, coba ingat-ingat mengapa dulu anda memilih “dia” menjadi suami anda? Apa yang membuat anda jatuh cinta padanya? Dan apakah sampai hari ini anda masih bangga terhadap suami anda?
🍀Kedua, lihat diri kita, apa keunikan positif yang kita miliki? Mengapa Allah menciptakan kita di muka bumi ini? Sampai kita berjodoh dengan laki-laki yang sekarang menjadi suami kita? Apa pesan rahasia Allah terhadap diri kita di muka bumi ini?
🍀Ketiga, lihat anak-anak kita, mereka anak-anak luar biasa. Mengapa rahim kita yang dipilih untuk tempat bertumbuhnya janin anak-anak hebat yang sekarang ada bersama kita? Mengapa kita yang dipercaya untuk menerima amanah anak-anak ini? Punya misi spesifik apa Allah kepada keluarga kita, sehingga menghadirkan anak-anak ini di dalam rumah kita?
🍀Keempat, lihat lingkungan dimana kita hidup saat ini. Mengapa kita bisa bertahan hidup dengan kondisi alam dimana tempat kita tinggal saat ini? Mengapa Allah menempatkan keluarga kita disini? Mengapa keluarga kita didekatkan dengan komunitas-komunitas yang berada di sekeliling kita saat ini?
Empat pertanyaan di atas, apabila terjawab akan membuat anda dan suami memiliki “ misi pernikahan” sehingga membuat kita layak mempertahankan keberadaan keluarga kita di muka bumi ini.
👩👧👧 ORANGTUA TUNGGAL (SINGLE PARENT)
Buat anda yang saat ini membesarkan anak anda sendirian, ada pertanyaan tambahan yang perlu anda jawab selain ke empat hal tersebut di atas.
a. Apakah proses berpisahnya anda dengan bapaknya anak-anak menyisakan luka?
b. Kalau ada luka, sanggupkah anda memaafkannya?
c. Apabila yang ada hanya kenangan bahagia, sanggupkah anda mentransfer energi tersebut menjadi energi positif yang bisa menjadi kekuatan anda mendidik anak-anak tanpa kehadiran ayahnya?
Setelah ketiga pertanyaan tambahan di atas terjawab dengan baik, segeralah berkolaborasi dengan komunitas pendidikan yang satu chemistry dengan pola pendidikan anda dan anak-anak.
Karena,
IT TAKES A VILLAGE TO RAISE A CHILD
Perlu orang satu kampung untuk mendidik satu orang anak
Berawal dari memahami peran spesifik keluarga kita dalam membangun peradaban, kita akan makin paham apa potensi unik produktif keluarga kita, sehingga kita bisa senantiasa berjalan di jalanNya.
Karena
Orang yang sudah berjalan di jalanNya, peluanglah yang akan datang menghampiri kita, bukan justru sebaliknya, kita yang terus menerus mengejar uang dan peluang
Tahap berikutnya nanti kita akan makin paham program dan kurikulum pendidikan semacam apa yang paling cocok untuk anak-anak kita, diselaraskan dengan bakat tiap anak, potensi unik alam sekitar, kearifan lokal dan potensi komunitas di sekitar kita.
Kelak, anda akan membuktikan bahwa antara pekerjaan, berkarya dan mendidik anak, bukanlah sesuatu yang terpisahkan, sehingga harus ada yang dikorbankan
Semuanya akan berjalan beriring selaras dengan harmoni irama kehidupan.
Salam Ibu Profesional,
/Tim Matrikulasi IIP/
SUMBER BACAAN
Agus Rifai, Konsep,Sejarah dan Kontribusi keluarga dalam Membangun Peradaban, Jogjakarta, 2013
Harry Santosa dkk, Fitrah Based Education, Jakarta, 2016
Muhammad Husnil, Melunasi Janji Kemerdekaan, Jakarta, 2015
Kumpulan artikel, Membangun Peradaban, E-book, tanggal akses 24 Oktober 2016
=================================================
Wednesday, February 22, 2017
Saturday, February 11, 2017
NHW#2 CHECKLIST INDIKATOR PROFESIONALISME PEREMPUAN
📚NICE HOME WORK #2📚
Sebelum mengerjakan PR kedua ini, saya akan menjelaskan sedikit mengenai kehidupan pribadi. Saya ibu dari 2 anak, zidan (30m) dan shanum (5,5m). Suami kerja di luar kota dan pulang ke malang tiap 1 Minggu sekali (Sabtu Minggu libur). Kondisi rumah tidak mempunyai asisten rumah tangga (ART), semua keperluan memasak dan bersih2 menjadi tanggung jawab saya sendiri. Untuk hari aktif (Senin - jumat) saya jarang memasak karena si kakak sudah ikut katering di sekolah. Kakak sudah sekolah di TPA (tempat penitipan anak) dan si adek masih minum susu ASIP. Wah sebentar lagi MP-ASI nih.
Dari penjelasan diatas, saya ingin membuat checklist yang lebih “realistis” (bagi saya), mengingat dari pagi sampai sore saya bekerja dan sore sampai malam saya sendiri momong 2 anak dan plus mengurus pekerjaan rumah tangga sendiri. Boleh dibilang waktu senggang saya sangatlah terbatas, sehingga Checklist saya bikin tidak terlalu banyak dan serealiatis mungkin.
(Tugas ini sudah dikumpulkan seminggu yang lalu, setelah dikumpulkan, ada beberapa poin yang perlu saya komentari atau perlu ditambah).
📝✅“CHECKLIST INDIKATOR PROFESIONALISME PEREMPUAN”✅📝
a. Sebagai individu
Memperbaiki sholat 5 waktu, lebih rajin lagi dan diawal waktu. (Sehari 5 kali)
Membaca Al Qur'an (sehari 1 lembar)
Sholat Dhuha dan sholat tahajjud lebih rajin lagi (minimal 3 kali/minggu)
Membaca buku tentang apapun temanya terutama parenting. (1 bulan 1 buku)
Komentar/revisi:
Poin nomer 2 itu sungguh sangat susah saya kerjakan mengingat kegiatan saya yang sangat padat. (Maaf ya Allah).
Lalu ada poin tambahan yaitu
5. Bangun jam setengah 5 setiap hari untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga dan agar tidak terlambat masuk kerja.
6. Menggosok gigi minimal 2x sehari. Karena sudah ada 2 gigi yang rusak parah akibat kebiasaan buruk malas gosok gigi.
7. Sedekah pribadi : memberi kado untuk keluarga/teman yang saya tahu sedang ulang tahun. (Incidental)
b. Sebagai istri
1. Pak suami reques nya "cuma" kebersihan rumah. Jadi yang akan saya usahakan dalam menyenangkan suami adalah membersihkan rumah lebih sering lagi. (minimal 1 hari sekali ketika anak2 sudah tidur)
2. Memasak makanan sendiri untuk keluarga, terutama waktu weekend. (Minimal 2 kali memasak tiap Minggu)
3. Berusaha mengetahui dengan bertanya apa saja hal2 yang menjadi kesukaan suami. (minimal 1 informasi setiap minggu)
4. Berusaha lebih hemat lagi dengan cara mengurangi pengeluaran yang tidak penting dan mengatur pos2 pengeluaran untuk mengatasi pengeluaran tak terduga atau untuk dana liburan. (Menabung minimal 200rb/bulan)
5. Melakukan “our family talk”. Selama ini sangat jarang dilakukan karena tipe suami yang cenderung pendiam. Saya rasa akan saya coba 2 Minggu sekali.
6. Ini masih cita2, dan selama ini belum terealisasi. Saya ingin melakukan kegiatan merawat tubuh, misalnya seperti lulur, creambath, facial, masker, dll. Bisa dilakukan dirumah atau disalon. (Minimal 2 kali/bulan)
c. Sebagai ibu
1. Saya merasa anak saya lebih menyukai kalau ibunya tidak bekerja dan menemaninya bermain. Tp untuk hal ini saya masih belum bisa mengabulkan karena beberapa alasan. Karena itu saya berusaha membuat suasana senyaman mungkin ketika berada dirumah. Menemani bermain setiap hari.
2. Memberikan aktivitas bermain yang berbeda setiap minggu sekali.
3. Membacakan buku setiap hari.
4. Memberikan/membuatkan makanan/cemilan yang disukai buat bekal disekolah setiap hari.
Tambahan :
5. Mengusahakan pemberian ASI sampai 2 tahun. Tiap hari mompa ASI minimal 2x.
Sekian. terima kasih.
Sebelum mengerjakan PR kedua ini, saya akan menjelaskan sedikit mengenai kehidupan pribadi. Saya ibu dari 2 anak, zidan (30m) dan shanum (5,5m). Suami kerja di luar kota dan pulang ke malang tiap 1 Minggu sekali (Sabtu Minggu libur). Kondisi rumah tidak mempunyai asisten rumah tangga (ART), semua keperluan memasak dan bersih2 menjadi tanggung jawab saya sendiri. Untuk hari aktif (Senin - jumat) saya jarang memasak karena si kakak sudah ikut katering di sekolah. Kakak sudah sekolah di TPA (tempat penitipan anak) dan si adek masih minum susu ASIP. Wah sebentar lagi MP-ASI nih.
Dari penjelasan diatas, saya ingin membuat checklist yang lebih “realistis” (bagi saya), mengingat dari pagi sampai sore saya bekerja dan sore sampai malam saya sendiri momong 2 anak dan plus mengurus pekerjaan rumah tangga sendiri. Boleh dibilang waktu senggang saya sangatlah terbatas, sehingga Checklist saya bikin tidak terlalu banyak dan serealiatis mungkin.
(Tugas ini sudah dikumpulkan seminggu yang lalu, setelah dikumpulkan, ada beberapa poin yang perlu saya komentari atau perlu ditambah).
📝✅“CHECKLIST INDIKATOR PROFESIONALISME PEREMPUAN”✅📝
a. Sebagai individu
Memperbaiki sholat 5 waktu, lebih rajin lagi dan diawal waktu. (Sehari 5 kali)
Membaca Al Qur'an (sehari 1 lembar)
Sholat Dhuha dan sholat tahajjud lebih rajin lagi (minimal 3 kali/minggu)
Membaca buku tentang apapun temanya terutama parenting. (1 bulan 1 buku)
Komentar/revisi:
Poin nomer 2 itu sungguh sangat susah saya kerjakan mengingat kegiatan saya yang sangat padat. (Maaf ya Allah).
Lalu ada poin tambahan yaitu
5. Bangun jam setengah 5 setiap hari untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga dan agar tidak terlambat masuk kerja.
6. Menggosok gigi minimal 2x sehari. Karena sudah ada 2 gigi yang rusak parah akibat kebiasaan buruk malas gosok gigi.
7. Sedekah pribadi : memberi kado untuk keluarga/teman yang saya tahu sedang ulang tahun. (Incidental)
b. Sebagai istri
1. Pak suami reques nya "cuma" kebersihan rumah. Jadi yang akan saya usahakan dalam menyenangkan suami adalah membersihkan rumah lebih sering lagi. (minimal 1 hari sekali ketika anak2 sudah tidur)
2. Memasak makanan sendiri untuk keluarga, terutama waktu weekend. (Minimal 2 kali memasak tiap Minggu)
3. Berusaha mengetahui dengan bertanya apa saja hal2 yang menjadi kesukaan suami. (minimal 1 informasi setiap minggu)
4. Berusaha lebih hemat lagi dengan cara mengurangi pengeluaran yang tidak penting dan mengatur pos2 pengeluaran untuk mengatasi pengeluaran tak terduga atau untuk dana liburan. (Menabung minimal 200rb/bulan)
5. Melakukan “our family talk”. Selama ini sangat jarang dilakukan karena tipe suami yang cenderung pendiam. Saya rasa akan saya coba 2 Minggu sekali.
6. Ini masih cita2, dan selama ini belum terealisasi. Saya ingin melakukan kegiatan merawat tubuh, misalnya seperti lulur, creambath, facial, masker, dll. Bisa dilakukan dirumah atau disalon. (Minimal 2 kali/bulan)
c. Sebagai ibu
1. Saya merasa anak saya lebih menyukai kalau ibunya tidak bekerja dan menemaninya bermain. Tp untuk hal ini saya masih belum bisa mengabulkan karena beberapa alasan. Karena itu saya berusaha membuat suasana senyaman mungkin ketika berada dirumah. Menemani bermain setiap hari.
2. Memberikan aktivitas bermain yang berbeda setiap minggu sekali.
3. Membacakan buku setiap hari.
4. Memberikan/membuatkan makanan/cemilan yang disukai buat bekal disekolah setiap hari.
Tambahan :
5. Mengusahakan pemberian ASI sampai 2 tahun. Tiap hari mompa ASI minimal 2x.
Sekian. terima kasih.
NHW#1 ADAB MENUNTUT ILMU
📚NICE HOMEWORK #1📚
ADAB MENUNTUT ILMU
Dalam materi "ADAB MENUNTUT ILMU" kali ini, NHW nya adalah sbb:
1. Tentukan satu jurusan ilmu yang akan anda tekuni di universitas kehidupan ini.
Jurusan ilmu yang sedang dan sangat ingin saya tekuni adalah ilmu parenting secara umum. Ilmu parenting meliputi mendidik anak-anak saya mengenai agama, etika, sopan santun, kreativitas, mengasah kecerdasan, dll. Adapun secara khusus, saya ingin mengajarkan sifat “suka membaca” pada anak-anak saya. Membaca apapun itu, baik Al Qur'an, buku, bahkan koran atau komik. Saya merasa membaca adalah hal yang sangat penting.
2.Alasan terkuat apa yang anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut.
Alasan terkuat saya memilih hal tersebut pada poin 1 adalah saya tidak ingin salah melangkah dalam membesarkan dan mendidik anak-anak. Saya ingin “selalu hadir” disetiap fase kehidupan mereka.
Saya ingin mengajarkan mereka mengenai ilmu agama karena saya ingin meraih surga Allah salah satunya dengan memiliki anak yang Soleh Solehah. Amiinnn YRA. Menekuni ilmu parenting, termasuk didalamnya menanamkan ilmu agama saya berharap bisa menjadi orang tua yang bisa jadi tauladan mereka dalam berjuang menjalani kehidupan. Saya juga tidak ingin kelak ketika mereka dewasa, saya punya penyesalan karena tidak/kurang mempunyai pengetahuan dalam mendidik anak-anak ketika mereka bertumbuh. Nah, sebelum semuanya terlambat, sifat2 mereka sudah berubah menjadi karakter, saya harus berusaha mempunyai ilmu parenting yang “mumpuni”.
Agar semua impian saya itu tercapai, saya harus berusaha membuat anak-anak mencintai membaca, karena membaca berpengaruh pada pengetahuan. Semakin banyak membaca semakin banyak tahu. Pengetahuan berpengaruh terhadap sikap dan pola pikir.
3. Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan anda rencanakan di bidang tersebut?
Beberapa strategi saya dalam meningkatkan pengetahuan dalam bidang parenting sudah saya lakukan. Diantaranya adalah :
Membaca banyak buku mengenai parenting secara umum. Diantaranya adalah 5 guru kecilku (Kiki barkiah), creative parenting, hypnoparenting, buku ayah Edy, Mona Ratuliu, dll.
Membaca buku mengenai agama, terutama dalam hal parenting. Misalnya islami parenting, positive parenting, dll.
Membaca buku mengenai mengasah kreativitas anak. Misal : cara mudah asah otak anak, rumah main anak 1&2, berbagai macam games untuk anak paud, dll.
Mengikuti berbagai acara atau seminar parenting (yang saya tahu dan pas saya bisa mengikuti).
Mengikuti kegiatan sharing/belajar mengenai parenting, baik online maupun offline.
Membelikan anak-anak buku yang bagus dan bentuknya menarik agar mereka menyukai kegiatan membaca (walaupun sekarang masih belum bisa membaca, tetapi setidaknya saya ingin mereka menyukai buku).
Sering membaca didepan mereka sebagai contoh nyata karena anak akan meniru orang tua sebagai role model. Anak lebih cepat meniru apa yang dilakukan orang tua daripada apa yang dinasehatkan/dibicarakan saja.
4. Berkaitan dengan adab menuntut ilmu,perubahan sikap apa saja yang anda perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut.
Ada beberapa sikap yang menurut saya perlu diperbaiki, terutama dalam hal mengendalikan emosi. Terkadang (atau pun sering), dalam mengasuh anak saya mengalami hal yang sangat menguras energi dan mental, sehingga saya sering memarahi atau berteriak kepada mereka. Lalu tidak lama kemudian muncul rasa penyesalan. Hal tersebut yang ingin saya rubah bahwa mendidik anak tidak dengan sikap yang keras, harus dengan sikap kasih sayang, lemah lembut dan perhatian.
Yang kedua, saya harus mengalahkan rasa malas dalam hal menambah ilmu pengetahuan, misalnya dengan terus membaca disela waktu luang.
Sekian. Terima kasih.
ADAB MENUNTUT ILMU
Dalam materi "ADAB MENUNTUT ILMU" kali ini, NHW nya adalah sbb:
1. Tentukan satu jurusan ilmu yang akan anda tekuni di universitas kehidupan ini.
Jurusan ilmu yang sedang dan sangat ingin saya tekuni adalah ilmu parenting secara umum. Ilmu parenting meliputi mendidik anak-anak saya mengenai agama, etika, sopan santun, kreativitas, mengasah kecerdasan, dll. Adapun secara khusus, saya ingin mengajarkan sifat “suka membaca” pada anak-anak saya. Membaca apapun itu, baik Al Qur'an, buku, bahkan koran atau komik. Saya merasa membaca adalah hal yang sangat penting.
2.Alasan terkuat apa yang anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut.
Alasan terkuat saya memilih hal tersebut pada poin 1 adalah saya tidak ingin salah melangkah dalam membesarkan dan mendidik anak-anak. Saya ingin “selalu hadir” disetiap fase kehidupan mereka.
Saya ingin mengajarkan mereka mengenai ilmu agama karena saya ingin meraih surga Allah salah satunya dengan memiliki anak yang Soleh Solehah. Amiinnn YRA. Menekuni ilmu parenting, termasuk didalamnya menanamkan ilmu agama saya berharap bisa menjadi orang tua yang bisa jadi tauladan mereka dalam berjuang menjalani kehidupan. Saya juga tidak ingin kelak ketika mereka dewasa, saya punya penyesalan karena tidak/kurang mempunyai pengetahuan dalam mendidik anak-anak ketika mereka bertumbuh. Nah, sebelum semuanya terlambat, sifat2 mereka sudah berubah menjadi karakter, saya harus berusaha mempunyai ilmu parenting yang “mumpuni”.
Agar semua impian saya itu tercapai, saya harus berusaha membuat anak-anak mencintai membaca, karena membaca berpengaruh pada pengetahuan. Semakin banyak membaca semakin banyak tahu. Pengetahuan berpengaruh terhadap sikap dan pola pikir.
3. Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan anda rencanakan di bidang tersebut?
Beberapa strategi saya dalam meningkatkan pengetahuan dalam bidang parenting sudah saya lakukan. Diantaranya adalah :
Membaca banyak buku mengenai parenting secara umum. Diantaranya adalah 5 guru kecilku (Kiki barkiah), creative parenting, hypnoparenting, buku ayah Edy, Mona Ratuliu, dll.
Membaca buku mengenai agama, terutama dalam hal parenting. Misalnya islami parenting, positive parenting, dll.
Membaca buku mengenai mengasah kreativitas anak. Misal : cara mudah asah otak anak, rumah main anak 1&2, berbagai macam games untuk anak paud, dll.
Mengikuti berbagai acara atau seminar parenting (yang saya tahu dan pas saya bisa mengikuti).
Mengikuti kegiatan sharing/belajar mengenai parenting, baik online maupun offline.
Membelikan anak-anak buku yang bagus dan bentuknya menarik agar mereka menyukai kegiatan membaca (walaupun sekarang masih belum bisa membaca, tetapi setidaknya saya ingin mereka menyukai buku).
Sering membaca didepan mereka sebagai contoh nyata karena anak akan meniru orang tua sebagai role model. Anak lebih cepat meniru apa yang dilakukan orang tua daripada apa yang dinasehatkan/dibicarakan saja.
4. Berkaitan dengan adab menuntut ilmu,perubahan sikap apa saja yang anda perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut.
Ada beberapa sikap yang menurut saya perlu diperbaiki, terutama dalam hal mengendalikan emosi. Terkadang (atau pun sering), dalam mengasuh anak saya mengalami hal yang sangat menguras energi dan mental, sehingga saya sering memarahi atau berteriak kepada mereka. Lalu tidak lama kemudian muncul rasa penyesalan. Hal tersebut yang ingin saya rubah bahwa mendidik anak tidak dengan sikap yang keras, harus dengan sikap kasih sayang, lemah lembut dan perhatian.
Yang kedua, saya harus mengalahkan rasa malas dalam hal menambah ilmu pengetahuan, misalnya dengan terus membaca disela waktu luang.
Sekian. Terima kasih.
INSTITUT IBU PROFESIONAL (IIP) BATCH 3
Beberapa Minggu ini, saya mengikuti kelas online mengenai belajar menjadi ibu.
Awalnya daftar dulu lewat email,trus transfer 100rb. Setelah itu konfirmasi + ngisi data.
Dan taraa kalau sudah terdaftar akan dikirim email seperti ini.
Saya akan berbagi ilmu disini, apa saja yang saya pelajari.
Setiap Minggu akan ada tugas yang harus dikerjakan. Nanti akan saya post juga disini.
Kelas online ini bernama IIP (institut ibu profesional).
MENJADI IBU PROFESIONAL, KEBANGGAAN KELUARGA
Selasa, 31 Januari 2017
Fasilitator : Maya O. Rismala
Ketua Kelas : Widyasari
Koord. Mingguan : Nurun Nayiroh
Apa kabar bunda dan calon bunda peserta matrikulasi IIP batch #3? Pekan ini kita akan belajar bersama
a. Apa Itu Ibu Profesional?
b. Apa itu Komunitas Ibu Profesional?
c. Bagaimana tahapan-tahapan untuk menjadi Ibu Profesional?
d. Apa saja indikator keberhasilan seorang Ibu Profesional?
APA ITU IBU PROFESIONAL?
Kita mulai dulu dengan mengenal kata IBU ya. Menurut Kamus Besar bahasa Indonesia Ibu itu memiliki makna 1 perempuan yang telah melahirkan seseorang; 2 sebutan untuk perempuan yang sudah bersuami;3 panggilan yang takzim kepada perempuan baik yang sudah bersuami maupun yang belum; 4 bagian yang pokok (besar, asal, dan sebagainya): -- jari; 5 yang utama di antara beberapa hal lain; yang terpenting: -- negeri; -- kota;
Sedangkan kata PROFESIONAL, memiliki makna 1 bersangkutan dengan profesi; 2 memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya: ia seorang juru masak --;
Berdasarkan dua makna tersebut di atas, maka IBU PROFESIONAL adalah seorang perempuan yang :
a. Bangga akan profesinya sebagai pendidik utama dan pertama bagi anak-anaknya.
b.Senantiasa memantaskan diri dengan berbagai ilmu, agar bisa bersungguh –sungguh mengelola keluarga dan mendidik anaknya dengan kualitas yang sangat baik.
🍀APA ITU KOMUNITAS IBU PROFESIONAL?
Adalah forum belajar bagi para perempuan yang senantiasa ingin meningkatkan kualitas dirinya sebagai seorang ibu, istri dan sebagai individu.
🍀MISI KOMUNITAS IBU PROFESIONAL
1.Meningkatkan kualitas ibu dalam mendidik anak-anaknya, sehingga bisa menjadi
guru utama dan pertama bagi anaknya.
2. Meningkatkan kualitas ibu dalam mengelola rumah tangga dan keluarganya
sehingga menjadi keluarga yang unggul.
3. .Meningkatkan rasa percaya diri ibu dengan cara senantiasa berproses menemukan misi spesifik hidupnya di muka bumi ini. Sehingga ibu bisa produktif dengan bahagia, tanpa harus meninggalkan anak dan keluarganya
4. Meningkatkan peran ibu menjadi "change agent" (agen pembawa perubahan), sehingga keberadaannya akan bermanfaat bagi banyak orang.
🍀VISI KOMUNITAS IBU PROFESIONAL
Menjadi komunitas pendidikan perempuan Indonesia yang unggul dan profesional sehingga bisa berkontribusi kepada negara ini dengan cara membangun peradaban bangsa dari dalam internal keluarga.
🍀BAGAIMANA TAHAPAN-TAHAPAN MENJADI IBU PROFESIONAL?
Ada 4 tahapan yang harus dilalui oleh seorang Ibu Profesional yaitu :
a. Bunda Sayang
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan kualitas ibu dalam mendidik anak-anaknya, sehingga bisa menjadi guru utama dan pertama bagi anak-anaknya
b. Bunda Cekatan
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan kualitas ibu dalam mengelola rumah tangga dan keluarganya sehingga menjadi keluarga yang unggul.
c. Bunda Produktif
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan rasa percaya diri ibu, dengan cara senantiasa berproses menemukan misi spesifik hidupnya di muka bumi ini. Sehingga ibu bisa produktif dengan bahagia, tanpa harus meninggalkan anak dan keluarganya
d. Bunda Shaleha
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan peran ibu sebagai agen pembawa perubahan di masyarakat, sehingga keberadaannya bermanfaat bagi banyak orang.
🍀APA INDIKATOR KEBERHASILAN IBU PROFESIONAL?
“Menjadi KEBANGGAAN KELUARGA”
Kalimat di atas adalah satu indikator utama keberhasilan seorang Ibu Profesional. Karena anak-anak dan suami kitalah yang paling berhak pertama kali mendapatkan ibu dan istri yang terbaik di mata mereka.
Maka yang perlu ditanyakan adalah sbb :
BUNDA SAYANG
a. Apakah anak-anak semakin senang dan bangga dididik oleh ibunya?
b. Apakah suami semakin senang dan bangga melihat cara istrinya mendidik anak-anak, sehingga keinginannya terlibat dalam pendidikan anak semakin tinggi?
c. Berapa ilmu tentang pendidikan anak yang kita pelajari dalam satu tahun ini?
d. Berapa ilmu yang sudah kita praktekkan bersama anak-anak?
BUNDA CEKATAN
a. Apakah manajemen pengelolaan rumah tangga kita menjadi semakin baik?
b.Apakah kita sudah bisa meningkatkan peran kita di rumah? Misal dulu sebagai “kasir” keluarga sekarang menjadi “manajer keuangan keluarga”.
c.Berapa ilmu tentang manajemen rumah tangga yang sudah kita pelajari dalam satu tahun ini?
d.Berapa ilmu yang sudah kita praktekkan dalam mengelola rumah tangga
BUNDA PRODUKTIF
a. Apakah kita semakin menemukan minat dan bakat kita?
b. Bagaimana cara kita memperbanyak jam terbang di ranah minat dan bakat kita tersebut?
c. Apakah kita merasa menikmati (enjoy), mudah (easy), menjadi yang terbaik (excellent) di ranah minat dan bakat kita ini?
d. Bagaimana cara kita bisa produktif dan atau mandiri secara finansial tanpa harus meninggalkan anak dan keluarga?
BUNDA SHALEHA
a. Nilai-nilai apa saja yang kita perjuangkan dalam hidup ini?
b. Apa yang ingin kita wariskan di muka bumi ini, yang tidak akan pernah mati ketika kita tiada?
c. Program berbagi apa yang akan kita jalankan secara terus menerus?
d. Apakah kita merasa bahagia dengan program tersebut?
Selamat berproses menjadi Ibu Profesional, dan nikmatilah tahapan-tahapan belajar yang bunda dan calon bunda rasakan selama mengikuti program pendidikan di Ibu Profesional ini dengan segenap kesungguhan
Seperti pesan pak Dodik kepada Ibu Septi untuk meyakinkan beliau tentang pentingnya kesungguhan menjadi seorang Ibu sbb:
“Bersungguh-sungguhlah kamu di dalam, maka kamu akan keluar dengan kesungguhan itu, tidak ada hukum terbalik” -Dodik Mariyanto
Salam Ibu Profesional
/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/
📚SUMBER BACAAN:
Kamus Besar Bahas Indonesia, Edisi keempat, Balai Pustaka, Jakarta, 2008
Hei, Ini Aku Ibu Profesional, Leutikaprio, cetakan 1, 2012
Bunda Sayang, Seri Ibu Profesional, Gaza Media, cetakan 1, 2013
Bunda Cekatan, Seri Ibu Profesional, Gaza Media, cetakan 1, 2014
Bunda Produktif, Catatan Ikhtiar Menjemput Rizki, Seri Ibu Profesional, J&J Publishing, cetakan 1, 2015 HOW TO BE PROFESIONAL MOTHERMenjadi ibu adalah pekerjaan yang paling menuntut keprofesionalan, karena berkaitan langsung dengan generasi kehidupan dan Yang Maha Memberi Hidup. Profesion...
Awalnya daftar dulu lewat email,trus transfer 100rb. Setelah itu konfirmasi + ngisi data.
Dan taraa kalau sudah terdaftar akan dikirim email seperti ini.
Saya akan berbagi ilmu disini, apa saja yang saya pelajari.
Setiap Minggu akan ada tugas yang harus dikerjakan. Nanti akan saya post juga disini.
Kelas online ini bernama IIP (institut ibu profesional).
MENJADI IBU PROFESIONAL, KEBANGGAAN KELUARGA
Selasa, 31 Januari 2017
Fasilitator : Maya O. Rismala
Ketua Kelas : Widyasari
Koord. Mingguan : Nurun Nayiroh
Apa kabar bunda dan calon bunda peserta matrikulasi IIP batch #3? Pekan ini kita akan belajar bersama
a. Apa Itu Ibu Profesional?
b. Apa itu Komunitas Ibu Profesional?
c. Bagaimana tahapan-tahapan untuk menjadi Ibu Profesional?
d. Apa saja indikator keberhasilan seorang Ibu Profesional?
APA ITU IBU PROFESIONAL?
Kita mulai dulu dengan mengenal kata IBU ya. Menurut Kamus Besar bahasa Indonesia Ibu itu memiliki makna 1 perempuan yang telah melahirkan seseorang; 2 sebutan untuk perempuan yang sudah bersuami;3 panggilan yang takzim kepada perempuan baik yang sudah bersuami maupun yang belum; 4 bagian yang pokok (besar, asal, dan sebagainya): -- jari; 5 yang utama di antara beberapa hal lain; yang terpenting: -- negeri; -- kota;
Sedangkan kata PROFESIONAL, memiliki makna 1 bersangkutan dengan profesi; 2 memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya: ia seorang juru masak --;
Berdasarkan dua makna tersebut di atas, maka IBU PROFESIONAL adalah seorang perempuan yang :
a. Bangga akan profesinya sebagai pendidik utama dan pertama bagi anak-anaknya.
b.Senantiasa memantaskan diri dengan berbagai ilmu, agar bisa bersungguh –sungguh mengelola keluarga dan mendidik anaknya dengan kualitas yang sangat baik.
🍀APA ITU KOMUNITAS IBU PROFESIONAL?
Adalah forum belajar bagi para perempuan yang senantiasa ingin meningkatkan kualitas dirinya sebagai seorang ibu, istri dan sebagai individu.
🍀MISI KOMUNITAS IBU PROFESIONAL
1.Meningkatkan kualitas ibu dalam mendidik anak-anaknya, sehingga bisa menjadi
guru utama dan pertama bagi anaknya.
2. Meningkatkan kualitas ibu dalam mengelola rumah tangga dan keluarganya
sehingga menjadi keluarga yang unggul.
3. .Meningkatkan rasa percaya diri ibu dengan cara senantiasa berproses menemukan misi spesifik hidupnya di muka bumi ini. Sehingga ibu bisa produktif dengan bahagia, tanpa harus meninggalkan anak dan keluarganya
4. Meningkatkan peran ibu menjadi "change agent" (agen pembawa perubahan), sehingga keberadaannya akan bermanfaat bagi banyak orang.
🍀VISI KOMUNITAS IBU PROFESIONAL
Menjadi komunitas pendidikan perempuan Indonesia yang unggul dan profesional sehingga bisa berkontribusi kepada negara ini dengan cara membangun peradaban bangsa dari dalam internal keluarga.
🍀BAGAIMANA TAHAPAN-TAHAPAN MENJADI IBU PROFESIONAL?
Ada 4 tahapan yang harus dilalui oleh seorang Ibu Profesional yaitu :
a. Bunda Sayang
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan kualitas ibu dalam mendidik anak-anaknya, sehingga bisa menjadi guru utama dan pertama bagi anak-anaknya
b. Bunda Cekatan
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan kualitas ibu dalam mengelola rumah tangga dan keluarganya sehingga menjadi keluarga yang unggul.
c. Bunda Produktif
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan rasa percaya diri ibu, dengan cara senantiasa berproses menemukan misi spesifik hidupnya di muka bumi ini. Sehingga ibu bisa produktif dengan bahagia, tanpa harus meninggalkan anak dan keluarganya
d. Bunda Shaleha
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan peran ibu sebagai agen pembawa perubahan di masyarakat, sehingga keberadaannya bermanfaat bagi banyak orang.
🍀APA INDIKATOR KEBERHASILAN IBU PROFESIONAL?
“Menjadi KEBANGGAAN KELUARGA”
Kalimat di atas adalah satu indikator utama keberhasilan seorang Ibu Profesional. Karena anak-anak dan suami kitalah yang paling berhak pertama kali mendapatkan ibu dan istri yang terbaik di mata mereka.
Maka yang perlu ditanyakan adalah sbb :
BUNDA SAYANG
a. Apakah anak-anak semakin senang dan bangga dididik oleh ibunya?
b. Apakah suami semakin senang dan bangga melihat cara istrinya mendidik anak-anak, sehingga keinginannya terlibat dalam pendidikan anak semakin tinggi?
c. Berapa ilmu tentang pendidikan anak yang kita pelajari dalam satu tahun ini?
d. Berapa ilmu yang sudah kita praktekkan bersama anak-anak?
BUNDA CEKATAN
a. Apakah manajemen pengelolaan rumah tangga kita menjadi semakin baik?
b.Apakah kita sudah bisa meningkatkan peran kita di rumah? Misal dulu sebagai “kasir” keluarga sekarang menjadi “manajer keuangan keluarga”.
c.Berapa ilmu tentang manajemen rumah tangga yang sudah kita pelajari dalam satu tahun ini?
d.Berapa ilmu yang sudah kita praktekkan dalam mengelola rumah tangga
BUNDA PRODUKTIF
a. Apakah kita semakin menemukan minat dan bakat kita?
b. Bagaimana cara kita memperbanyak jam terbang di ranah minat dan bakat kita tersebut?
c. Apakah kita merasa menikmati (enjoy), mudah (easy), menjadi yang terbaik (excellent) di ranah minat dan bakat kita ini?
d. Bagaimana cara kita bisa produktif dan atau mandiri secara finansial tanpa harus meninggalkan anak dan keluarga?
BUNDA SHALEHA
a. Nilai-nilai apa saja yang kita perjuangkan dalam hidup ini?
b. Apa yang ingin kita wariskan di muka bumi ini, yang tidak akan pernah mati ketika kita tiada?
c. Program berbagi apa yang akan kita jalankan secara terus menerus?
d. Apakah kita merasa bahagia dengan program tersebut?
Selamat berproses menjadi Ibu Profesional, dan nikmatilah tahapan-tahapan belajar yang bunda dan calon bunda rasakan selama mengikuti program pendidikan di Ibu Profesional ini dengan segenap kesungguhan
Seperti pesan pak Dodik kepada Ibu Septi untuk meyakinkan beliau tentang pentingnya kesungguhan menjadi seorang Ibu sbb:
“Bersungguh-sungguhlah kamu di dalam, maka kamu akan keluar dengan kesungguhan itu, tidak ada hukum terbalik” -Dodik Mariyanto
Salam Ibu Profesional
/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/
📚SUMBER BACAAN:
Kamus Besar Bahas Indonesia, Edisi keempat, Balai Pustaka, Jakarta, 2008
Hei, Ini Aku Ibu Profesional, Leutikaprio, cetakan 1, 2012
Bunda Sayang, Seri Ibu Profesional, Gaza Media, cetakan 1, 2013
Bunda Cekatan, Seri Ibu Profesional, Gaza Media, cetakan 1, 2014
Bunda Produktif, Catatan Ikhtiar Menjemput Rizki, Seri Ibu Profesional, J&J Publishing, cetakan 1, 2015 HOW TO BE PROFESIONAL MOTHERMenjadi ibu adalah pekerjaan yang paling menuntut keprofesionalan, karena berkaitan langsung dengan generasi kehidupan dan Yang Maha Memberi Hidup. Profesion...
Tuesday, April 15, 2014
Little pieces of my heart
Assalamu'alaikum wr. wb.
Halooo semua. Sudah lama tak jumpa bukan?
I just gonna say " i'm busy running my life".
There is no other word.
My life actually still the same.
I'm still working.
But i'm married girl (or woman?) now.
And actually i'm pregnant too right now. (Yippiii, alhamdulillah...)
I'll start writing this blog again.
Insha Allah. I'll try.
I have receive an email.
Someone who write it is.... My self.
Yess. I wrote an email from the past for my future.
I wrote it before i married. About the end of 2012, and i receive it early 2014.
When i read this letter, i feel like hmmm... I can't say.
Email ini membawaku ke masa lalu, masa sebelum aq menikah. Aq mengkhawatirkan hidupku kelak seperti apa.
Akhirnya adalah sebuah kepasrahan.
Terima kasih Allah atas semua suka dan duka dalam hidupku. Aku bersyukur.
Alhamdulillah.
Halooo semua. Sudah lama tak jumpa bukan?
I just gonna say " i'm busy running my life".
There is no other word.
My life actually still the same.
I'm still working.
But i'm married girl (or woman?) now.
And actually i'm pregnant too right now. (Yippiii, alhamdulillah...)
I'll start writing this blog again.
Insha Allah. I'll try.
I have receive an email.
Someone who write it is.... My self.
Yess. I wrote an email from the past for my future.
I wrote it before i married. About the end of 2012, and i receive it early 2014.
When i read this letter, i feel like hmmm... I can't say.
Email ini membawaku ke masa lalu, masa sebelum aq menikah. Aq mengkhawatirkan hidupku kelak seperti apa.
Akhirnya adalah sebuah kepasrahan.
Terima kasih Allah atas semua suka dan duka dalam hidupku. Aku bersyukur.
Alhamdulillah.
Tuesday, April 23, 2013
KARIMUN JAWA PART 2
FIRST ADVENTURE
Hari pertama bertualang, cuaca nampaknya agak mendung. Memang bulan april itu, belum sepenuhnya masuk musim kemarau.
sebenarnya agak khawatir juga waktu berangkat. Kalau laut bergejolak, kapal bisa tertahan dan tidak akan bisa menyeberang dari jepara. Alhamdulillah sih waktu kemarin lautnya benar-benar tenang tidak ada ombak sama sekali.

Tujuan kita yang pertama adalah pulau gosong.
Kalau saya sih menyebutnya "gundukan pasir", nggak mirip pulau blas pemirsa.
menurut anda?


menuju tempat kedua : pulau sintong dan pulau kecil




Hari pertama bertualang, cuaca nampaknya agak mendung. Memang bulan april itu, belum sepenuhnya masuk musim kemarau.
sebenarnya agak khawatir juga waktu berangkat. Kalau laut bergejolak, kapal bisa tertahan dan tidak akan bisa menyeberang dari jepara. Alhamdulillah sih waktu kemarin lautnya benar-benar tenang tidak ada ombak sama sekali.
Tujuan kita yang pertama adalah pulau gosong.
Kalau saya sih menyebutnya "gundukan pasir", nggak mirip pulau blas pemirsa.
menurut anda?
menuju tempat kedua : pulau sintong dan pulau kecil
KARIMUN JAWA PART 1
Ya ampuuunnnn, udah luamaaaaa banget aq nggak menulis sesuatu disini. Tepatnya setelah aq menikah dengan lelaki pujaan hatiku.
little bit guilty feeling actually. well, i'm trying to fix the condition right now. i'll do my best!
Sekitar bulan april 2012, it's mean that setahun yang lalu saya pergi ke karimun jawa bersama adikku lia dan 2 sepupuku.
Jadi kita pergi berempat sebagai satu grup.
Udah lama juga yah ternyata saya pergi ke karimun jawa, jadi untuk semua biaya perjalanan agak lupa-lupa ingat.
Maaf yah teman-teman. Jadi mungkin saya tidak bisa menjelaskan dengan lebih detail.
Saya ingat waktu itu berangkat dari malang agak malem sekitar magrib dan sampai di terminal Bungurasih sekitar jam setengah 8 malam. Nunggu kumpul dulu sama semua grup. abis itu nyari makan malam dulu deket terminal. Setelah itu kita berangkat jam 8 malam naik bis Indonesia jurusan semarang yang harganya sekitar 70rb an. Perjalanan kurang lebih 8 jam, jadi perjalanan malam di bis ajah, terus turun di terminal jepara jam 4 subuh. Dari terminal jepara, naik becak seharga 10rb buat 2 orang menuju pelabuhan jepara.
Dari pelabuhan Jepara ini saya bertemu dengan yang punya agen tur yang bernama mas exxe. Bayar dengan harga plus minus 450rb per kepala, kita diurusi mulai dari sini di pelabuhan jepara selama 4 hari 3 malam di karimun jawa.



Berangkatnya kita pakai km muria, harga tiketnya 28.500 rupiah. Perjalanan pakai kapal ini lamaaaa buanget, sekitar 8 jam. Tapi pulangnya pakai kapal express bahari hanya ditempuh 2 jam saja. tapi nambah biaya ke agen tur 50.000 per orang. gapapa, worth it banget koq. kapalnya gk hanya cepat, tapi juga nyaman dan ber ac.
Akhirnya sampai juga kita dikepulauan kecil inti : Karimun Jawa.

Waktu menunjukkan sekitar jam 4 sore. Acaranya bebas, mandi dan jalan2 ke alun-alun karimun jawa yang kecil, masih luas lapangan sepak bola di desa ku. heheheh...

ini penginapan ku, ala backpacker.

ini bukan penginapanku. just eksyen gue.

Waktunya bersantai ria





bersambung...
little bit guilty feeling actually. well, i'm trying to fix the condition right now. i'll do my best!
Sekitar bulan april 2012, it's mean that setahun yang lalu saya pergi ke karimun jawa bersama adikku lia dan 2 sepupuku.
Jadi kita pergi berempat sebagai satu grup.
Udah lama juga yah ternyata saya pergi ke karimun jawa, jadi untuk semua biaya perjalanan agak lupa-lupa ingat.
Maaf yah teman-teman. Jadi mungkin saya tidak bisa menjelaskan dengan lebih detail.
Saya ingat waktu itu berangkat dari malang agak malem sekitar magrib dan sampai di terminal Bungurasih sekitar jam setengah 8 malam. Nunggu kumpul dulu sama semua grup. abis itu nyari makan malam dulu deket terminal. Setelah itu kita berangkat jam 8 malam naik bis Indonesia jurusan semarang yang harganya sekitar 70rb an. Perjalanan kurang lebih 8 jam, jadi perjalanan malam di bis ajah, terus turun di terminal jepara jam 4 subuh. Dari terminal jepara, naik becak seharga 10rb buat 2 orang menuju pelabuhan jepara.
Dari pelabuhan Jepara ini saya bertemu dengan yang punya agen tur yang bernama mas exxe. Bayar dengan harga plus minus 450rb per kepala, kita diurusi mulai dari sini di pelabuhan jepara selama 4 hari 3 malam di karimun jawa.
Berangkatnya kita pakai km muria, harga tiketnya 28.500 rupiah. Perjalanan pakai kapal ini lamaaaa buanget, sekitar 8 jam. Tapi pulangnya pakai kapal express bahari hanya ditempuh 2 jam saja. tapi nambah biaya ke agen tur 50.000 per orang. gapapa, worth it banget koq. kapalnya gk hanya cepat, tapi juga nyaman dan ber ac.
Akhirnya sampai juga kita dikepulauan kecil inti : Karimun Jawa.
Waktu menunjukkan sekitar jam 4 sore. Acaranya bebas, mandi dan jalan2 ke alun-alun karimun jawa yang kecil, masih luas lapangan sepak bola di desa ku. heheheh...
ini penginapan ku, ala backpacker.
ini bukan penginapanku. just eksyen gue.
Waktunya bersantai ria
bersambung...
Subscribe to:
Posts (Atom)

